Usai melampiaskan kemarahanku aku turun dari plat yang berada di lantai 3 itu, aku memasuki mobil, meraih botol air lalu meneguknya dengan cepat. Aku belum berinisiatif untuk segera menyalakan mesin lalu meluncur pergi demi meredakan perasaanku yang kini bergejolak dan membara, aku memilih untuk menunggu Apakah Mas Farid akan segera turun lalu pulang ke rumah ataukah dia malah pergi ke rumah sakit bersama dengan niken. Setelah lima menit dua sejoli itu terlihat turun, saat turun suamiku nampak terlihat hati-hati dengan memeriksa keadaan sekitar untungnya mobilku sengaja aku parkirkan tersamar di antara mobil-mobil yang lain Jadi mereka tidak tahu kalau aku masih ada di sana. Perlahan mas Farid menjemput seorang wanita dari lift, lalu wanita itu terlihat tertatih dan masuk ke mobil su

