Aku tidak segera turun untuk melihat suamiku yang konon katanya menggigil panas dingin setelah kuhajar habis habisan. Dia pasti kesakitan setelah mendapatkan terjangan dan pukulan dariku ditambah dengan panasnya air mendidih. Kurasa dia mendapatkan pukulan terburuk dalam hidupnya. Aku aku memang puas tapi aku tahu bahwa apa yang kulakukan adalah dosa, tidak seharusnya seorang Istri bersikap kasar pada suaminya, Apa yang kulakukan tidak akan kusebarkan dan memang tidak pantas ditiru. Aku hanya memberi peringatan dan melampiaskan kekesalanku karena sudah berulang kali kuberi tahu untuk segera berhenti berselingkuh tapi Mas Farid tidak berhenti juga. Ada rasa bersalah dalam diriku tapi aku berdamai dengannya, sekretaris suamiku memang harus diberi pelajaran agar dia mengerti kalau kebungka

