28

1234 Words

Usai mendengar perkataanku suamiku kembalikan badan dan melanjutkan ganti pakaian. Dia pergi ke kamar mandi untuk cuci muka dan sikat gigi lalu merebahkan dirinya di kasur. Aku tidak lagi tidur di kamar yang berjauhan melainkan sudah kembali ke kamar utama. Aku kembali ke kamar kami bukan untuk b******a, tapi melainkan Aku ingin mengolok-olok kegelisahannya sepanjang malam. Aku tertawa melihat dia ketakutan karena itu adalah hiburan tersendiri Setelah berbulan-bulan dia menipu kepercayaanku. "Kau tidak ingin makan?" "Jujur saja ketenangan dalam kepalaku membuatku tidak berselera makan." "Kau harus tetap hidup untuk mempertanggungjawabkan segalanya." "Apa sebenarnya kau hendak melindungiku atau ingin melemparku ke kandang singa?" "Entahlah, akan kulakukan tergantung dengan moodku. J

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD