Jiwa dan kesadaranku masih mengambang saat melihat mas Farid dan Niken di Bogor lalu digelandang masuk ke dalam mobil polisi. Kejadian ini begitu cepat dan masih sulit kucerna oleh akal dan pikiranku. Aku baru bangun dan hendak menyiapkan sarapan saat tiba-tiba wanita itu datang dan berteriak lalu membuat kekacauan di hadapan anak-anakku. Ternyata polisi mengikuti suamiku, mengawasi rumah kami dan mencari seluk-beluk dan serta dengan siapa saja dia berhubungan. Saat Niken yang ceroboh berteriak histeris dan mengungkap segalanya polisi langsung masuk dan mengamankan mereka. Ah, ya Allah, ini sungguh pukulan mengejutkan untuk kami semua beserta ketiga anakku terlebih mereka yang tidak tahu apa-apa. "Tunggu, tunggu dulu, Pak. Kami tidak mengerti mengapa anda menangkap Ayah kami." "Sep

