"Mati aku Bu!" Fika memberi isyarat dengan mulutnya karena dia merasa sangat ketakutan dan tegang sekali dengan keadaan tersebut. Bahkan kami tidak bisa menarik nafas dan menghelanya dengan bebas. "Woah, ternyata ada tamu tidak diundang datang ke rumahku ya," ucap Niken dengan santai. Suara hentakan sepatunya terdengar dengan jelas di telinga kami yang perlahan semakin dekat dan dekat. Aku merayap mengambil pisau dan tepat saat wanita itu masuk ke area dapur, aku langsung berdiri dan menyergapnya dari belakang lalu mengarahkan bagian mata pisau itu ke lehernya. "Kau bergerak sedikit saja maka kau akan kehilangan nyawa, aku juga tidak akan segan-segan menggorok pisau ini di lehermu," ujarku. Wanita itu bergeming, kaget mungkin syok juga. "Apa yang kau inginkan sampai menyusup masuk ke

