55

1086 Words

Wanita itu pucat mendengar perkataanku, dirinya yang seolah-olah ingin merendahkan diri sendiri dan berusaha menyalahkan hatiku secara tersirat, malah semakin diolok-olok dan dihinakan oleh keadaan. Aku menghinanya dengan brutal, Aku mencari keputusan dan tindakan yang diambil serta aku menyakiti mentalnya, aku membullynya habis-habisan. Suara petir dan hujan yang mulai turun di luar sana seolah membuat keadaan makin dramatis ditambah kilat yang menyoroti membuat wajah Niken nampak membuatnya semakin terlihat sedih. "Enyah kau dari rumahku!" "Kau ngusir Mbak?" "Iya, dan aku berhak melakukannya karena ini adalah rumahku! siapa kau berani datang ke sini dan mengelu-ngelukan tentang hidupmu yang malang!" "Ada apa Ma? Kenapa malam malam begini ribut?" Suamiku tiba-tiba datang, dia membuka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD