54

1042 Words

Setelah puas memelukku lelaki itu mulai melonggarkan rangkulan tangannya, aku sendiri tersenyum dan menyentuh wajahnya dengan kedua tanganku. Menatap matanya dan menciumnya di antara kedua alisnya. "Bila kamu sudah menetapkan keputusanmu untuk pelan-pelan lepas dari masa lalu yang buruk maka Tuhan pasti membantumu untuk segera bebas dari masalah itu." "Aku jadi sadar betapa berharganya kamu. Setelah sekian lama aku menyakitimu aku jadi mengerti betapa pengorbanan yang kau berikan bukanlah hal yang mudah dan aku malah menyia-nyiakan kehadiranmu." "Tidak, kamu hanya belum sadar saja." "Aku berjanji akan menjadi lebih baik," ujarnya. "Iya, aku percaya atas janjimu Mas, pegang dan laksanakan janji itu." * Setelah percakapan itu, aku dan suamiku memutuskan pulang. Kami pulang lebih cepat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD