16

1031 Words

"Teganya kamu mengatakan perceraian dengan tatapan mata sedingin itu ... aku memang salah jatuh cinta pada orang lain dan mengumbar janji dengan mudahnya tapi aku tidak pernah bermaksud meninggalkanmu." "Aku lebih percaya dengan kata-kata yang kau ucapkan pada wanita itu dengan tatapan serius dan penuh sumpah," jawabku sinis. "Aku khilaf saat mengatakannya, aku hanya terbawa suasana," balasnya, aku tergelak mendengar alasan yang dilontarkan Suamiku di mana itu terdengar sangat klise dan kekanak-kanakan. Apapun yang dia katakan terdengar seperti sebuah kalimat omong kosong yang benar-benar membuatku membencinya. Tabir Antara cinta dan kebencian itu sangat tipis sehingga itu bisa terbalik dalam sekelip mata. Minggu kemarin aku memujanya, bangga memilikinya sebagai suamiku, tapi hari in

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD