Melihat kepergiannya yang tidak menjawab sedikitpun, aku sedikit kaget karena dia tidak memberikan perlawanan dan tidak melanjutkan keributan bersama putriku. Lagi pula dilawan dengan jawaban menohok seperti itu dan nyaris didengarkan oleh semua orang, membuat wanita berkulit putih bersih dan rambut pirang itu malu. "Astaga, kau pandai sekali menjawab," bisikkku pada Cindy. "Orang-orang seperti dia memang harus dipermalukan," desis anakku. "Ayo masuk lagi, kita lanjutkan untuk melayani pelanggan dan beramah tamah dengan para pengunjung." "Iya, Ma, ayo!" Kami membaur kembali pada para pengunjung yang datang menyambut mereka dengan ramah dan mencoba melayani mereka seperti dengan apa yang mereka inginkan, membantu mereka memilihkan pakaian yang cocok dan outfit sesuai dengan selera

