Pulang dari kediaman Hendra, hari sudah menunjukkan pukul 7 malam. Menakjubkan bagaimana Dini untuk pertama kalinya tidak merasa sedemikian canggung berinteraksi dengan orang-orang yang notabene atasan tertinggi di tempat kerjanya. Ia bahkan bisa dibilang disuguhi makanan beberapa kali, ia yang awalnya berniat hanya akan tetap tinggal setelah melahap makanan penutup. Berakhir tinggal hingga disuguhi makan malam, berbeda dari makan siang kali ini Dini dan Tasya ikut membantu dalam menyiapkan makanan. Bahannya tentu kebanyakan di ambil dari kebun yang tak henti dibanggakan oleh Hendra. "Tasya bukan tipikal orang yang mudah dekat sama seseorang." Kalimat itu menyadarkan Dini dari lamunan, menoleh ke arah Ardi yang masih menatap fokus ke jalanan. Walaupun jam pulang kerja sudah beberapa jam b

