Ardi bilang, besok pagi-pagi sekali dia akan langsung menelpon Hendra. Katanya dia sudah janjian dengan rekan bisnisnya satu itu, bahwa ia akan meluangkan waktu untuk bisa diajak bicara disela-sela honeymoon jilid kesekiannya di Vietnam. Mendengar itu, Dini hanya bisa mengucapkan kalimat terima kasih sebanyak-banyaknya pada pria tersebut, apalagi ketika dia tau makan malamnya dibayar penuh oleh Ardi. Seolah belum cukup mentraktir Dini selama beberapa hari terakhir, Ardi masih sempat membelikan beberapa puding karamel yang terkenal dari restoran tempat mereka makan malam tadi. Diperhatikan sedemikian hebat, membuat Dini bertanya-tanya. Apa memang selama ini perhatian seperti inilah yang ia lewatkan sadari selama di kantor? Suara televisi yang mendadak menyala, mengejutkan Dini yang sedan

