Agatha menghembuskan napasnya. Meletakkan gitar dengan perlahan di tempatnya. Kemudian membuka ponselnya yang sempat mati. Membaca balasan pesan dari Zakaria yang membuatnya teringat sesuatu. Agatha meminta pendapat pada orang yang salah. Mau sebagus apa pun permainannya di mata Zakaria tetap saja akan masih ada sesuatu yang kurang. “Tapi apa? Kurang apa lagi?” Selama lima menit tidak ada balasan darinya. Agatha melempar ponsel ke kasurnya. Beranjak ke lantai satu ingin mengambil air putih. Tapi, sesampainya di dapur, bukan air putih lagi yang menjadi sasarannya. Melainkan, daging ayam yang ada di dalam kulkas. Mengangkatnya lalu memotong menjadi beberapa bagian menggunakan pisau daging yang dimiliki ibunya. Selesai memotong-motong dan membersihkan, Agatha berlari menaiki tangga untuk

