Pamit

2205 Words

Empat hari kemudian. Agatha telah mendapatkan sesuatu yang menurutnya terbaik. Walau akan menyakiti dirinya sendiri ataupun Zakaria. Tapi, Agatha percaya dengan keputusannya, ia tidak akan salah melangkah. Agatha mengajak Zakaria untuk berlibur sejenak ke daerah Bintaro. Mereka telah duduk di sebuah kafe dengan ditemani dua minuman taro. Selain itu tersedia di meja dengan makanan yang disebut kentang goreng. Tapi, spesial. Kentang goreng yang dibuat oleh tangan Zakaria. “Tha, kamu ngajakin aku ke sini hanya untuk melihatmu main hp?” tanyanya. “Lho, ya enggak. Sebentar, ada yang penting. Lagi pula, biasanya kamu juga main game,” jawab Agatha. Zakaria tampak mengerutkan dahinya. Menghembus napas untuk tetap menjaga siklus pernapasannya. Menunggu Agatha yang masih saja bersama ponseln

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD