Bizar: Jauhin Gue "Ini bukan arah pulang ke rumah gue." Kutatap Dominiq sekilas. "Memang bukan." Dominiq menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri seolah meyakinkan dirinya bahwa ini memang bukan jalan pulang menuju ke rumahnya. Tetapi rumahku. "Berhenti," gumamnya mencengkram sabuk pengaman. Aku tidak menghiraukannya dan tetap melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Segera kukunci pintu mobil untuk berjaga-jaga, siapa tahu Dominiq akan nekat melompat dari mobil, kan? Jangan lupakan, perempuan di sampingku ini sering melakukan sesuatu yang gila. Jadi, aku sudah mulai menghapal bagaimana sosok Dominiq. "Mau lo apa sih?" Dominiq menoleh ke arahku. "Mau memastikan kamu tetap baik-baik aja." "Cih!" Dominiq berdecih, seperdetik kemudian mendengus keras. Bagaimana mungkin ak

