Dominiq: Menyesal "Muka lo kenapa? Kayak kecewa banget waktu tahu gue yang dateng!" cerocos Gagaz sambil menyeret kopernya. Gue tarik napas lebih dulu. Sesudah mengembuskan napas, gue mengekor di belakang Gagaz. Laki-laki itu sibuk menggeret kopernya susah payah. Gue penasaran deh, ini Om gue cuma tinggal di rumah cuma beberapa hari, abis itu balik lagi ke habitatnya, barang bawaannya banyak bener. Lihat dong, dia sampe kesusahan mengangkat kopernya saat menaiki anak tangga. "Lo berapa hari di sini? Barang bawaan banyak bener kayak orang mau pindahan!" gue berdiri di ambang pintu sembari memperhatikan Gagaz mengeluarkan barang-barangnya dari koper. "Gue emang mau pindah," jawab Gagaz, "Bosen gue tinggal sendiri di Bali. Kalau di Jakarta, gue bisa ketemu lo, Tata, sama Mbak tiap har

