Bizar: Marah Aku tidak bisa berhenti memandangi wajah Dominiq dari samping. Perempuan itu memasukan makanan ke dalam mulut tampak ogah-ogahan. Walaupun kutahu dia menyukai hasil masakanku, tetapi perempuan itu cukup andal mengatur ekspresi wajahnya. Dia menyukai hasil masakanku. Dulu, aku pernah mendengar sedikit cerita dari Chua. Perempuan beranak satu itu pernah bercerita soal temannya yang pilih-pilih makanan. Tidak semudah Chua yang bisa makan apa saja asal 'nggak basi' katanya. Bisa kalian tebak, teman yang dimaksud Chua itu siapa? Ya, benar. Dominiq. Dominiq pemilih. Bukan hanya soal makanan, minuman, kopi dan teh jenis apa yang disuka. Setiap kali makan sedikit berlebihan, perempuan itu akan berteriak heboh. Katanya, takut berat badannya naik dan berpengaruh dengan pekerj

