Bizar: Menghilang "Kamu belum tidur juga?" tanyaku sedikit mengangkat kepala dan menoleh ke belakang. Kami tidur di ranjang yang sama, namun saling memunggungi. Sedari tadi kuperhatikan Dominiq tidak berhenti bergerak dengan gelisah di sampingku. Samar-samar kudengar dia berdecak, tidak ketinggalan umpatan-umpatan yang menjadi ciri khasnya. Ah, apa itu bisa dibilang sebagai ciri khas? Mengingat soal mengumpat adalah sesuatu yang tidak bisa dibenarkan. Swearing dan Dominiq tidak bisa dipisahkan sepertinya. Sering kudengar dia tidak henti-hentinya mengumpat setiap kali merasa kesal atau marah, bahkan ketika perempuan itu kaget pun, Dominiq tetap melakukannya. "Domi..." kupanggil sekali lagi. Perempuan itu masih saja bergerak, tetapi tidak membalas panggilanku. Kubalikan badan meng

