Bizar: Tidak Menyerah Semalaman aku memikirkan kata-kata Dominiq. Sebelum mobilku mengantarkannya sampai ke rumah, aku menepikan kendaraanku agar bisa fokus berbicara dengannya. Bagaimana dia bisa berubah hanya dalam beberapa hari saja? Apa aku membuatnya tidak nyaman dan risi? Baiklah. Aku akan mengakuinya. Mungkin bagi Dominiq ini terlalu cepat. Ya walaupun aku belum mengatakan perihal perasaanku kepadanya. Tapi, dia harus tahu bahwa aku orang yang tidak suka membuang-buang waktu. Belum bisa kupastikan apakah ini cinta atau sekadar suka. Aku masih ragu-ragu untuk menyebutkan yang mana. Atau malah dua-duanya? Aku memiliki keinginan agar dia bisa lebih nyaman berada di dekatku. Bisa tidak, dia merasakan ketulusanku yang ingin menjaganya, melindunginya dari orang-orang jahat seperti

