53. Kesempatan

1486 Words

Selama berjam-jam David terus mengumpat dan marah-marah membuat Xiao Yi kesal pada pria itu. David selalu mengkritik setelah perawat yang memeriksanya pergi. Perawat itu lambanlah, tidak mahir atau tidak bisa membedakan jarum suntik dan masih banyak keluhan lain. Oh, ayolah Xiao Yi tahu itu hanya alasan David untuk segera keluar dari rumah sakit. Wajah tampan itu bahkan tertekuk sepanjang hari. “Aku mau cari Mayleen,” kata David menyibak selimutnya. Xiao Yi menahan David untuk turun dari ranjang. Pria berjas hitam itu menatap kawannya penuh peringatan. Sepertinya intimidasi dari Xiao Yi tidak berpengaruh sepenuhnya pada David. Lihatlah sekarang David hanya memanyunkan bibirnya sambil memalingkan wajah ke jendela. Pria itu seperti anak kecil, atau dia sudah tertular jurus ngambek ala May

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD