Berbagai cara sudah gadis itu lakukan untuk menghilangkan rasa bosan. Tayangan televisi belum mampu membuatnya terhibur bahkan berenang pun terasa membosankan. Ia rindu David dan dunia luar. Mayleen memukul dadanya pelan, rasa sesak itu tiba-tiba muncul kembali. Akhir-akhir ini ia tidak bisa mengontrolnya lagi sehingga membuat Mayleen takut untuk keluar dari rumah. Rasa sakit itu semakin jelas, Mayleen mencoba melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Namun rasa pusing menghantam kepalanya. Mayleen menggenggam erat pinggiran bak mandi. Kakinya bersimpuh tidak sanggup untuk berdiri. Mayleen hampir saja terjatuh ke lantai jika saja tidak ada orang yang menahan tubuhnya. “David,” gumam Mayleen sebelum menutup matanya. “Mayleen … Mayleen,” ujar David sambil menepuk pipi gadis itu. Rasa kha

