Hari berganti. Chan kyung yang saat itu tengah memakai jam tangan menoleh saat ponsel miliknya yang berada di atas ranjang bergetar. Pria dengan balutan jas hitam itu mengangkat panggilan yang berasal dari sang asisten. Asistennya mengatakan jika hari ini dirinya memiliki jadwal rapat dengan pimpinan perusahaan yang akan menjadi partner bisnis mereka. Setelah selesai bersiap, Chan kyung turun ke lantai satu. Ia menatap sepi ke arah meja makan yang sudah tersaji beberapa menu makanan. Meski tersaji beragam makanan yang nampak begitu lezat, namun Chan kyung merasa tidak berselera. Ia merasa tidak nyaman saat harus menyantap berbagai makanan di suasana sepi tanpa seorang teman. "Bibi!" seru Chan kyung. Seorang wanita paruh baya datang dengan berlari tergopoh. Sang asisten rumah tangga

