Larisa yang baru saja selesai membersihkan dirinya ketika membaca pesan singkat yang dikirimkan oleh Reina. Sebuah berita tentang meninggalnya Resty. Larisa menghela nafasnya, kemudian mengirimkan doa. Resty dimakamkan besok pagi jam sepuluh di dekat rumahnya Larisa hanya membaca pesan itu tanpa berusaha untuk membalasnya. Besok siang dia sudah berangkat menuju Korea. Tidak tahu apakah bisa datang ke pemakaman atau tidak. “Sa, belum istirahat?” tanya Rika yang melongokkan kepalanya ke kamar sang putri. Pintu kamar masih terbuka, makanya dia berani memeriksa keberadaan putrinya di dalam kamar. “Masih mau mastiin buat besok, Ma,” jawab Larisa. “Mama masuk ya,” Rika meminta ijin kepada Larisa untuk masuk ke dalam kamar. “Masuk aja, Ma,” kata Larisa mengijinkan. Rika ma

