Kebenaran Tentang Larisa

1908 Words

“Pa, yuk pergi,” bisik Larisa kepada Heri. Dia semakin gugup ketika dilihatnya Dewa bergerak. “Belum selesai pemakamannya, Nak,” sanggah Heri. Dia ingin mengucapkan bela sungkawa langsung kepada Farid. Tidak enak rasanya jika tidak bertemu langsung dengan papanya Resty. “Pa, ayo pergi,” Larisa semakin panik karena Dewa tidak lepas memandangnya. Menyadari Heri tidak segera menuruti permintaannya, gadis mungil itu memilih balik kanan seorang diri. “Aku cari ojol aja,” katanya kesal bercampur takut. Dia tahu mencari ojol di sekitar pemakaman tidak mudah. Tetapi setidaknya juga mustahil Dewa akan nekat mengejar dirinya. Para pelayat akan heboh jika laki-laki tampan itu meninggalkan prosesi pemakaman. “Pa, lihat,” bisik Rika seraya menggoyangkan bahu Heri pelan. Diberinya kode

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD