“Lho, kemana ya, Pak?” tanya Arya kaget. Heri bimbang untuk menjawabnya. Dia sendiri tidak yakin putrinya bersedia jika mantan rekan kerjanya mengetahui keberadaannya. “Larisa kerja di luar negeri,” akhirnya dia menjawab dengan hati yang enggan. Sebagian besar dari mereka ternganga. Liana menggenggam kedua tangannya erat. Kecewa karena tidak sempat meminta maaf dan berterima kasih kepada gadis mungil itu. Dia pun ingin bertemu karena ada amanat dari Resty yang harus disampaikan. Sesaat, hening menyelimuti di ruangan tempat orang-orang duduk. Tidak tahu harus bereaksi seperti apa. “Boleh tau kemana Larisa bekerja?” Arya bertanya memberanikan diri. Heri menghela nafasnya. Masih menimbang perasaan anaknya jika orang-orang ini diberitahu lokasi kerjanya. Laki-laki berkaca ma

