Semangat Untuk Dewa

1159 Words

Keempat orang itu memandang Larisa gemas. “Nggak usah macam-macam dulu, ini sudah malam,” sergah Alex, mencegah keinginan perempuan cantik itu yang akan kembali ke kantor. Larisa menggeleng, menyanggah tuduhan para seniornya itu. “Cuma mau antar makan malam,” jawab Larisa. Keempat orang itu menggeleng-gelengkan kepala. Tetap terkejut dengan jawaban sahabat mungil mereka. “Nggak usah, pulang,” tolak Arya. Tetapi sepertinya mantan karyawannya itu keras kepala. Dihembuskannya nafas begitu menyadari perempuan tersebut ada tanda-tanda memaksakan kehendak. “Gini deh, Aku sama Hening yang mengantarkan makan malam buat Dewa,” usul Arya. Memberikan saran yang sama-sama meringankan. Larisa mengerjapkan matanya, ingin menolak. Karena entah dorongan seperti apa, dia ingin hanya sekedar me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD