Sehari Hanya Berdua

1324 Words

“Udah, nggak usah dibahas. Sabtu mau pergi, kan?” Dewa mengalihkan pembicaraan. Larisa pun mengangguk. Tidak dipungkiri, jika hatinya masih terpaut kepada cinta pertamanya itu. “Aku jemput jam delapan pagi, ya. Sekalian sarapan bareng,” Dewa berkata, sepertinya puas dengan jawaban perempuan kesayangannya itu. Larisa menganggukkan kepalanya. Dia ingin membahas lagi arti kata ’perpisahan’ yang meresahkan dirinya itu. Tetapi ditenangkan dirinya, tidak lagi berfikir macam-macam. Yang penting rencana mereka untuk pergi hanya berdua di hari Sabtu. “Pake baju yang senada, ya,” pinta Dewa, sukses membuat Larisa terperangah. “Maksudnya?” Larisa bertanya seraya menahan senyum. “Warnanya bisa mirip atau modelnya sama,” Dewa menjelaskan, Larisa pun tak kuasa melebarkan senyumnya. “Kayak A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD