Dian keluar dari gedung Pesantren saat Yoga meneleponnya kembali. Yoga baru saja tiba dan keluar dari mobilnya untuk menyambut kedatangan istrinya. Dian segera mencium tangan Yoga, dan disambut dengan usapan lembut dari suaminya pada kepala dan wajahnya yang terbalut niqob. "Assalamu'alaikum, sayangku," sapa Yoga, penuh cinta. "Wa'alaikumsalam, sayangku. Jadi, Ayah mau makan siang di mana?" tanya Dian. Yoga tersenyum bahagia, saat mendengar pertanyaan istrinya. Dian tidak pernah egois, dia selalu mengutamakan apa yang Yoga inginkan ketimbang apa yang dia inginkan. Itulah yang membuat Yoga selalu tersenyum setiap kali Dian sedang bersamanya. "Ayah mau makan apapun, yang penting berdua sama Bunda," jawab Yoga. Dian pun tersenyum tersipu-sipu malu di balik niqobnya. "Ya sudah, ayo seger

