Setelah mendengar pertanyaan yang Dahlia ajukan, Nata pun menggenggam tangan Ibunya dengan begitu lembut. Ia tak bisa menyembunyikan perasaanya sebagai seorang anak, bahwa ia begitu mencintai Ibunya dengan sepenuh hati. "Almarhum Abi sudah lama tahu tentang hal itu, Mi. Abi..., Abi begitu khawatir saat Neneknya Ummi selalu saja mengawasi kegiatan Ummi setelah menikah dengan Abi. Abi takut ada apa-apa dengan Ummi, sehingga akhirnya Abi meminta Paman Marwan untuk melamar pekerjaan di kantor Neneknya Ummi. Abi terus menerima kabar dari Paman Marwan, tentang semua gerak-gerik Neneknya Ummi. Abi beberapa kali mengajak Ummi pindah rumah, hingga akhirnya membangun Pesantren dan tak lagi kemana-mana. Itu semua karena Paman Marwan yang terus menahan Neneknya Ummi, agar tidak bertindak sesuka hatin

