"Makasih, ya, Sha. Udah merhatiin Mom." ucap Desha, sangat merasa bersalah. Tangannya memberi antiseptik pada luka Danisha. Kemudian membungkusnya dengan perban. "Des, bagaimanapun Rosana harus diberitahu tentang meninggalnya Nana. Dia ibunya." saran Morgan. Kemudian membimbing istrinya supaya duduk. Di hadapannya sudah ada buah untuk di makannya. "Gan, sepertinya aku mau makan nasi." ungkap Desha. Morgan dan Danisha saling memandang. "Mau aku masakin?" tanya Morgan antusias. "Yang ada aja." Paling yang pagi, Mom." Danisha yang menjawab. "Gak apa-apa, Sha." "Biar Ayah yang siapkan." kata Morgan pada Danisha, lalu mendekati istrinya. "Tunggu sebentar, ya, Ratuku?" Morgan mengusap kepala Desha, kemudian mencium pipinya. Dengan cepat dia membuat steak daging, yang akhir-akhir ini d

