Bab 55

1621 Words

Beberapa saat kemudian, terlihat napas Nana tersengal. Perawat segera menyiapkan tabung oksigen, untuk memberinya alat bantu pernapasan. Sekarang, untuk bernapas saja terlihat susah. Dr. Rafael dan Desha memutuskan untuk membawa Nana ke Ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit), alat-alat medisnya lebih lengkap di situ. Ini masa-masa kritis Nana, Desha tidak mau beranjak untuk terus medampinginya. "Nana … dengar bu dokter. Bu dokter sangat sayang sama Nana. Katanya Nana setuju untuk terus semangat. Ayo...Na. Jangan menyerah, Nana harus kuat." Desha tetap menyemangatinya, tidak peduli apakah Nana mendengarnya atau tidak. Ia terus mengelus kepala Nana. "Nana tahu? Mama Rosana juga menyebut-nyebut nama Nana terus, Mama Rosana mengingat Nana, Mama Rosana juga sayang sama Nana. Nana jug

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD