Jantung Caleb hampir putus karena debar jantung begitu mendengar jeritan kaget Aruna. Wanita itu hanya mengenakan handuk pinknya lalu keluar menuju kamar. Caleb segera membalikkan wajahnya agar tidak melihat. “Oh ya ampun aku lupa kalau kamu masih ada di sini, ucap Aruna dengan suara rendah. Tapi anehnya wanita itu bukannya segera masuk, tapi dia malah berdiam di depan TV. Caleb sudah biasa dilupakan oleh Aruna, apalagi akhir-akhir ini wanita itu banyak kegiatan yang Caleb tidak ketahui. Tapi saat ini, seharusnya Aruna tidak melupakan kehadirannya. Apalagi mereka sudah melewati malam hari yang menyenangkan tadi. “Apakah tadi cukup menyenangkan untuknya? Atau mungkin yang tadi sebenarnya membosankan lagi bagi Aruna?” pikir Caleb dalam hati. Sejak mengetahui alasan mereka berpisah adalah

