Caleb mendengar raungan marah Aruna, jantungnya berdebar kencang saat dia berlari kembali masuk ke mobil. “Kenapa Aruna-nya yang polos tiba-tiba berubah menjadi seperti ini?” tanyanya ketika sudah duduk dengan aman di dalam mobil. “Tapi jelas emosinya tadi tidak berubah, dia memecahkan hiasan meja lagi tadi. “Apakah dia bisa membersihkannya ya?” tanya Caleb sambil memandang lampu kosan Aruna yang menyala. Tapi, Caleb khawatir kalau dia sampai kembali ke dalam kamar kosan Aruna, wanita itu bisa kembali menggodanya. Caleb menepis air hujan dari rambutnya. Karena terburu-buru meninggalkan kosan Aruna, Caleb tidak sempat menggunakan payung tadi. Hujan yang deras segera membasahi kemejanya. “Sepertinya Aku sebaiknya pulang dulu. Besok baru coba ambil jaket papa dari Aruna lagi.” erangnya sam

