Waktu berjalan sangat cepat, tak terasa jam telah menunjukkan makan siang. "Bang Jay, kita istirahat makan siang dulu," ujar Gaishan, dia sudah hafal betul jadwal makan siang dan di mana lokasi biasa Jayadi dan Fathiyah makan siang. Jayadi mengangguk setuju, lagi pula dia memang sudah lapar, terlalu giat bangun pagi untuk narik membuatnya lupa makan banyak, hanya makan dua buah kue dan minum segelas air teh manis. "Mau makan apa?" tanya Gaishan ke arah Jayadi dan Fathiyah. "Apa aja deh," jawab Jayadi. "Ok, makan apa saja." Gaishan mengangguk setuju. Tiga orang pergi mencari makanan memasuki sebuah restoran. Fathiyah berhenti, dia melihat restoran di depannya. Jayadi di samping Fathiyah juga ikut berhenti, sedangkan Gaishan masih berjalan ke arah pintu restoran. Dia tidak tahu bahwa

