Chapter 22

1815 Words

Busran asik memeluk sang istri sambil melakukan pijat plus - plus nya di sekitar paha mulus sang istri. Biarpun umur sang istri sudah menginjak setengah abad, tetapi tetap saja masih mulus dan kencang. Hari yang romantis. Meskipun bukan malam dan ini adalah siang bolong, masa bodoh, yang penting dia menikmati bulan madu kedua ini penuh dengan kepuasan segalanya. Terlalu asik melancarkan pijat plus - plusnya, bunyi ponsel berdering. Busran hanya masa bodoh, dia tak peduli, yang dia pedulikan sekarang adalah menikmati hari romantis siang bolong ini. Tangannya mulai merayap ke arah perut sang istri. Bunyi ponsel berdering lagi. "Bus, hp kamu bunyi. Sudah dua kali," ujar Gea yang menutup mata menikmati pijatan sang suami. "Biarkan saja. Aku sudah titip semua pekerjaanku pada General Man

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD