Beberapa hari telah berlalu, dan Gaishan masih terlihat semangat menaiki mikrolet. Badannya pulih dengan cepat karena vitamin dan obat dari dokter khusus Nabhan. Seperti biasa, Gaishan turun dari mikrolet. "Tia, aku masuk, yah. Kamu masuk gih." Gaishan tersenyum manis. Giginya terlihat rapi, beruntung giginya tidak kuning. "Ya masuk aja," sahut Fathiyah santai. "Bang Jay, udah aku transfer, yah. Dadah Tia!" Gaishan melambai ke arah Fathiyah. Fathiyah hanya menahan senyum agar tidak dilihat oleh Gaishan, namun Gaishan sempat melihat senyum Fathiyah. Gaishan masuk kantor, hal ini membuat Risty yang telah membuntuti Gaishan sejak dari perumahan rumah Gaishan mengembuskan napas lega. "Akhirnya Kak Gaishan pisah juga dari dia," gumam Risty. Tak menunggu lama, Risty mengikuti ke mana mi

