Jayadi tak berani melirik ke arah belakang atau lebih tepatnya tidak berani melirik ke arah Fathiyah. Dia takut jika dia melirik ke belakang, maka tiba-tiba Fathiyah jengkel padanya dan memutar kepalanya lalu dia akan mati. Tubuh Jayadi menggigil ketakutan. Dia telah menyaksikan bagaimana kebrutalan Fathiyah memukul Gaishan tadi. Sejujurnya Jayadi ingin berbicara pada Fathiyah, Jayadi ingin menjadi pihak menengah dan mengatakan bahwa sebaiknya bicara baik-baik apa yang terjadi, namun sayang sekali, Fathiyah tidak bisa diblok jika kemarahannya telah memuncak di ubun-ubun. Mikrolet berhenti di depan rumah, tanpa menunggu lama Fathiyah berjalan memasuki rumah lalu mengunci pintu kamar, hal ini membuat Nasir dan Muhajir yang baru selesai makan siang bersama dan sedang duduk santai di teras d

