Kayla menatap nanar ke arah sangat putra semata wayangnya yang kini sedang terbaring dengan lemah di atas brankar rumah sakit. Walaupun keadaan Keenan putra semata wayang Kayla kini telah stabil setelah peristiwa perkelahian sang putra dengan salah satu temannya di sekolah yang terjadi pagi tadi. Namun Keenan belum membuka mata sejak mendapatkan penanganan di ruang UGD dari tim dokter. Buliran kristal bening tidak berhenti menetes di wajah cantik wanita yang sangat mandiri setelah hidupnya hancur itu.
Cantika merasa iba melihat apa yang kini sedang terjadi kepada sahabat baiknya itu. Sungguh.. Cantika merasa kagum dengan sosok wanita hebat yang kini sedang berada di hadapan dirinya dengan menggenggam tangan sang putra semata wayangnya itu. Ya. Wanita yang hebat dan kuat itu sahabat baiknya telah menjalani pahitnya kehidupan yang pahit dan jalan terjal yang penuh dengan liku-liku. Badai dilalui oleh Kayla selama enam tahu itu sejak Kayla diusir oleh orang tuanya sendiri dari rumah.
Setelah badai itu terlewati dan kehidupan Kayla sedang bahagia, Kayla harus dihadapkan bertemu dengan laki-laki yang telah membuat hidupnya hancur. Kayla bahkan harus menghadapi cobaan di mana sang putra kesayangannya itu kini sedang terbaring dengan lemah di atas brankar rumah sakit ini.
“Kamu pasti kuat Kayla. Kamu harus kuat demi Keenan. Keenan anak laki-laki yang hebat. Keenan pasti akan sembuh dan kembali ke dalam dekapan kamu lagi Kayla.” Cantika menepuk bahu Kayla dengan pelan mencoba memberikan dukungan kepada sahabat baiknya itu.
Kayla yang sedang menatap ke arah sang putra kesayangannya itu lantas menoleh ke arah samping di mana sahabat baiknya tampak telah berdiri di samping dirinya saat ini.
Anggukan kepala Kayla menanggapi apa yang diucapkan oleh sahabat baiknya itu. “Iya Can. Terima kasih iya Can.”
“Iya Kayla. Kamu makan dulu iya sekarang Kayla. Kamu dari siang belum makan satu suap nasi dan apapun itu Kayla. Kamu akan sakit jika kamu tidak makan seperti ini. Jika kamu sakit bagaimana dengan Keenan nanti Kayla?” sambung Cantika..
“Aku tidak lapar Can. Aku hanya ingin melihat Keenan membuka mata sekarang Can. Aku tidak menginginkan yang lain saat ini Can. Aku hanya menginginkan Keenan sembuh Can,” seru Kayla.
“Kayla.. Aku tahu apa yang sedang kamu rasakan. Tapi tolonglah Kayla. Kamu jangan seperti anak kecil Kayla. Keenan pasti akan sembuh Kayla. Kamu harus yakin itu. Keenan anak laki-laki yang kuat Kayla. Kamu juga harus memikirkan diri kamu sendiri Kayla. Bagaimana jika Keenan sebuah tapi kamu yang gantian sakit? Apa kamu tidak memikirkan perasaan Keenan jika hal itu terjadi Kayla?” Cantika mencoba memberi pengertian kepada sahabat baiknya itu dengan perlahan agar sahabat baiknya itu tidak merasa sakit hati.
Diam..
Kayla diam seribu bahasa saat mendengar apa yang diucapkan oleh sahabat baiknya itu. Kayla mencoba mencerna setiap apa yang diucapkan oleh sahabat baik ya itu kepada dirinya saat ini.
Huft..
Kayla menghela nafas kasar untuk menenangkan dirinya saat ini. Ya. Kayla menyadari jika apa yang diucapkan oleh sahabat baiknya itu tidak ada yang salah. Kayla menatap ke arah sahabat baiknya itu dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
“Iya Can. Aku akan makan. Aku akan memesan makanan untuk kita berdua makan di dalam kamar rawat inap Keenan. Kamu harus menemani aku makan. Tidak menerima penolakan,” jawab Kayla.
Cantika mengulas senyuman manis ke arah sahabat baiknya setelah mendengar apa yang diucapkan oleh sahabat baiknya itu. “Aku akan pesan makanan untuk makan kita berdua di sini sembari menunggu Kenan. Aku pesan makanan lewat online saja iya Kayla. Biar aku tidak meninggalkan kamu sendiri di dalam kamar rawat inap Keenan saat ini.”
Kayla menganggukkan kepala menanggapi apa yang diucapkan oleh sahabat baiknya. “Iya Can. terserah kamu saja iya. Aku tidak ingin makanan pedas Can.”
“Iya Kayla. Aku tahu makanan favorit kamu kan memang tidak pedas Kayla,” balas Cantika sembari atik ponselnya untuk mencari aplikasi makanan online.
“Iya Can. terima kasih Can,” sambung Kayla.
“Iya Kayla,” tukas Cantika.
Cantika lalu fokus dengan ponsel yang kini ada di tangannya untuk memesan makanan lewat aplikasi online yang akan menjadi menu makan malam dua wanita cantik itu hari ini.
Sementara itu, Kayla tetap fokus dengan sang putra semata wayangnya yang masih memejamkan mata hingga saat ini. perasaan sedih masih menyelimuti dalam diri Kayla melihat kondisi sang putra yang belum sadarkan diri hingga saat ini. walaupun dokter telah mengatakan jika kondisi sang putra telah stabil dan dapat melalui masa kritis. Namun hati Kayla belum merasakan ketenangan karena sang putra masih memejamkan mata. Buliran kristal bening itu masih menetes dengan dera di wajah cantik Kayla saat Kayla kembali mengecup pipi bocah laki-laki berusia lima tahun itu.
“Kamu yang sabar iya Kayla. Keenan pasti akan sadar dalam waktu dekat dan kembali ke dalam kehidupan kamu, Kayla. Kamu tahu kan jika Keenan anak yang kuat sama seperti mamanya? Kamu dan Keenan perpaduan ibu dan anak yang kompak. Aku merasa sakit dan bangga sama kamu. Aku tahu mengatakan lebih mudah daripada menjalaninya Kayla. Tapi aku juga tahu kamu itu wanita yang kuat dan hebat. Kamu tidak akan sampai di titik ini jika kamu bukan wanita kuat dan hebat Kayla. Kita doakan agar Keenan cepat sadar iya sayang. kamu dan Keenan orang baik. Allah tidak akan mungkin memberikan cobaan melebihi kemampuan hambaNya. Kamu juga tahu itu kan Kayla? Bagaimana jika kita sholat Isya dulu sembari menunggu makanan yang datang?” ucap Cantika setelah memesan makanan dan meletakan ponselnya di atas nakas yang berada di samping tempat tidur Keenan di dalam kamar rawat Keenan itu.
Kayla menoleh ke arah sahabat baiknya yang kini sedang menatap kea rah dirinya. “Iya Can. Aku tahu itu Can. tapi aku tidak kuat melihat Keenan dalam keadaan lemah seperti ini Can. aku juga tidak tahu bagaimana kejadian yang sebenarnya hingga Keenan harus mengalami kecelakaan seperti ini. aku tidak tahu bagaimana kehidupan aku jika tanpa adanya Keenan di samping aku, Can. Keenan semangat hidup aku sejak pertama kali Keenan hadir di dalam kandungan aku, Can. walaupun semua orang menolak kehadiran Keenan. Tapi aku bahagia dengan kehadiran Keenan, Can. Keenan yang membuat aku menjadi wanita kuat dan hebat hingga aku bisa sampai berada di titik ini. jika aku tanpa ada kamu dan Keenan, aku tidak tahu akan bagaimana nasib aku sekarang.”
“Aku tahu kamu wanita hebat dan kuat Kayla. Tanpa aku pun kamu itu wanita hebat dan kuat. Aku salut dan bangga sama kamu, Kayla. Aku yakin kamu bisa kuat menghadapi cobaan ini. Keenan pasti akan sadar dan kembali berkumpul dengan kamu, Kayla. Keenan anak laki-laki yang kuat Kayla,” sambung Cantika berusaha untuk menghibur sahabat baiknya itu.
“Iya Can. terima kasih iya atas dukungan kamu selama ini Can,” balas Kayla.
“Iya Kayla,” tukas Cantika.
Kayla dan Cantika saling mendekap dengan erat di samping Keenan yang masih belum membuka mata hingga saat ini. walaupun Kinara masih merasa sedih dengan keadaan sang putra semata wayangnya itu. namun Kayla merasa terhibur dengan kehadiran sahabat baiknya yang selalu ada di samping dirinya dalam keadaan suka atau duka.