Dukungan Sahabat

1170 Words
Revan benar-benar menjalankan rencananya untuk menghancurkan perusahaan milik Kayla pagi ini dengan meminta bantuan kepada asisten sekaligus sahabat baiknya yang bernama Dito. Revan menghancurkan perusahaan Kayla dengan menjatuhkan harga saham milik perusahaan Kayla hari ini. “Kamu akan benar-benar hancur di tangan aku wanita bodoh. Kamu tidak boleh lebih sukses dan kaya dari aku. Kamu akan merasakan akibatnya jika kamu berani melawan aku. Kamu tidak akan pernah bangkit lagi sekarang. Kamu tidak akan pernah bisa berada di atas aku lagi mulai sekarang,” ucap Revan dengan mata menyalang. Revan merasa puas karena berhasil menjatuhkan Kayla yang selalu dianggap sebagai saingan oleh laki-laki tampan itu dengan menghancurkan perusahaan satu-satunya milik Kayla yang kini sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Di sisi lain, Cantika yang kini masih menemani Kayla untuk menjaga sang putra kesayangan sahabat baiknya itu yang masih belum sadarkan diri hingga saat ini merasa dilema dengan kabar yang baru saja diperoleh dari salah satu karyawan di perusahaan mereka dan relasi bisnis yang sangat baik kepada mereka selama ini. Cantika merasa ragu untuk memberi tahu kepada Kayla tentang apa yang kini sedang terjadi dengan perusahaanya mengingat jika sahabat baiknya itu kini sedang merasa bersedih dengan kondisi sang putra yang masih belum sadarkan diri itu. Namun Cantika merasa bersalah jika tidak memberi tahu kabar ini kepada sahabat baiknya itu dalam waktu secepatnya mengingat ini semua menyangkut perusahaan yang telah dibangun oleh Kayla mulai dari nol sejak enam tahun yang lalu. Kayla yang dapat mengerti ekspresi wajah Cantika yang kini sedang tidak baik-baik saja lantas menautkan kedua alis sembari menatap ke arah sahabat baiknya itu dengan tatapan tajam penuh intimidasi. “Ada apa dengan kamu, Can? kenapa kamu kelihatan tidak tenang sekali pagi ini?” tanya Kayla kepada sahabat baiknya itu. Duarrrr.. Cantika terkesiap saat mendengar suara lembut yang tidak asing di indera pendengarannya. Cantika yang sedang berperang dengan benaknya lantas menyadarkan diri dan menoleh ke arah sumber suara di mana sahabat baiknya itu kini tampak sedang menatap ke arah dirinya dengan tatapan penuh tanda tanya. Cantika menatap ke arah sahabat baiknya itu dengan tatapan yang sulit untuk diartikan saat ini. Ada kebimbangan dan kebingungan di dalam hati Cantika untuk menyampaikan berita buruk tentang perusahaan Kayla pagi ini. Cantika merasa tidak tega jika harus menyampaikan kabar buruk tentang perusahaan yang telah dirintis oleh Kayla mulai dari nol bersama dengan dirinya beberapa tahun yang lalu. Namun Cantika juga merasa bersalah jika Cantika tidak memberi tahu kabar buruk yang menimpa perusahaan milik Kayla saat ini. “Kayla.. Sebelumnya aku minta maaf sama kamu saat ini. Aku harus menyampaikan berita buruk kepada kamu, Kayla,” balas Cantika dengan suara lirih dan wajah sedihnya itu saat ini. Kayla menautkan kedua alis saat mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh sahabat baiknya itu kepada dirinya saat ini. “Kenapa kamu harus minta maaf kepada aku, Can? Memangnya kabar buruk apa sehingga kamu meminta maaf kepada aku, Can? Wajah kamu juga kelihatan sangat sedih sekali pagi ini Can. Ada apa Can? Ayo.. Katakan dengan cepat ada apa Can? Apa yang kini sedang terjadi Can?” Diam.. Cantika diam seribu bahasa setelah mendengar apa yang diucapkan oleh sahabat baiknya itu kepada dirinya saat ini. Sungguh.. Cantika benar-benar sedang merasa bimbang dan dilema saat ini. Huft.. Cantika menghela nafas berat untuk menenangkan diri sebelum Cantika memberi tahu kepada Kayla apa yang kini sebenarnya sedang terjadi kepada perusahaan milik sahabat baiknya itu. ‘Bismillah..’ Cantika berdoa di dalam hati setelah Cantika merasa yakin untuk memberi tahu semua yang kini sedang terjadi kepada Kayla. “Kayla.. Aku minta maaf jika aku harus menyampaikan kabar buruk ini kepada kamu. Tapi aku mau tidak mau harus menyampaikan kabar buruk ini kepada kamu saat ini juga Kayla,” balas Cantika. “Kamu itu dari tadi kabar buruk terus sih Can. Kabar buruk apa? Bukan tentang kesehatan putra aku kan Can?” sambung Kayla yang mulai tampak terpancing emosi dengan apa yang diucapkan oleh sahabat baiknya itu. Cantika menggelengkan kepala menanggapi apa yang diucapkan oleh Kayla kepada dirinya saat ini. “Bukan Can. Ini bukan tentang kesehatan putra kamu. Tapi ini tentang perusahaan kamu, Can.” “Perusahaan?” ucap Kayla seakan sedang melontarkan pertanyaaan kepada Cantika dengan kedua alis yang saling bertautan saat ini. “Kayla menganggukkan kepala menanggapi apa yang diucapkan oleh Kayla saat ini, “Iya Can. Perusahaan kamu mengalami kebangkrutan setelah ada seseorang yang dengan sengaja menjatuhkan harga saham di perusahaan kamu pagi ini Can.” Duarrrr.. Kayla tercengang saat mendengar apa yang diucapkan oleh sahabat baiknya itu tentang apa yang kini sedang terjadi kepada perusahaan milik dirinya yang telah dibangun susah payah oleh dirinya dan Cantika sejak beberapa tahun yang lalu. “Revan,” ucap Kayla dengan tiba-tiba teringat akan satu nama yang selama ini sangat tidak menyukai jika dirinya lebih sukses dari laki-laki itu. Cantika menautkan kedua alis saat mendengar apa yang diucapkan oleh sahabat baiknya itu. “Revan? Kenapa kamu menyebut nama laki-laki itu Kayla?” “Aku dapat pastikan jika yang melakukan semua ini kepada kita itu dia. Laki-laki yang selama ini menjadi musuh aku dan tidak suka jika aku lebih sukses dari dia. Apa kamu lupa tentang laki-laki itu Can? Apa kamu lupa jika laki-laki itu telah menghancurkan aku hingga anak aku terlahir tanpa mengenal siapa papa kandungnya Can,” balas Kayla dengan nada sendu dan mata berkaca-kaca itu. Tanpa banyak berkata satu patah katapun, Cantika mendekap dengan erat tubuh sahabat baiknya itu. Ya. Cantika tahu bagaimana perjalan hidup Kayla yang sangat berat selama ini sehingga Cantika tidak ingin banyak bertanya atau berbicara lagi ke[ada Kayla dengan membahas tentang laki-laki di masa lalu Kayla yang kini hadir kembali di dalam hidup Kayla. Laki-laki itu juga kembali merusak hidup Kayla saat ini. “Kamu bisa kan mengurus semua masalah di kantor hari ini Can?” tanya Kayla sembari menghapus buliran kristal bening yang kini masih mengalir di wajah cantiknya itu. “Iya Kayla. Aku akan mengurus semua masalah ini. Aku bisa menyelesaikan semua masalah ini Kayla,” jawab Cantika dengan mantap agar Kayla tidak lagi bersedih saat ini. “Aku tidak apa-apa jika perusahaan itu hancur Can. Insha Allah kitab isa membangun usaha lagi nanti Can. Aku hanya memikirkan tentang kesehatan putra aku saat ini. Jadi aku minta sama kamu tolong kamu urus masalah gaji dan kesejahteraan karyawan yang bekerja di perusahaan kita. Kamu bisa gunakan uang di perusahaan yang masih ada. Uang di rekening pribadi aku akan aku gunakan untuk membiayai semua kebutuhan putra aku selama di rumah saki. Jika tabungan aku masih ada lebihnya nanti. Aku akan menggunakannya untuk membuka usaha lagi Can. Aku minta kepada kamu tolong sampaikan permintaan maaf aku kepada karyawan yang telah mengabdi di perusahaan aku selama ini Can,” sambung Kayla dengan penuh keyakinan saat ini. “Apa kamu yakin Kayla? Apa kamu yakin akan membiarkan perusahaan kamu ini bangkrut tanpa kamu berusaha untuk melakukan sesuatu Kayla?” tanya Cantika. “Aku yakin Can. Aku merasa sangat yakin Can. Aku hanya ingin fokus kepada putra aku agar cepat sembuh seperti sedia kala Can,” jawab Kayla. “Iya Kayla,” sambung Cantika.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD