Kayla termenung memikirkan nasib perusahaanya yang kini telah gulung tikar itu. Entah kenapa Kayla kini hanya tertuju kepada satu nama yang sangat diyakini oleh Kayla jika sosok laki-laki itu yang telah membuat perusahaan milik dirinya itu hancur.
Revan..
Satu nama yang sangat diyakini oleh Kayla jika laki-laki itulah yang telah membuat perusahaan dan hidupnya kembali hancur saat ini. Namun Kayla tidak terlalu mempedulikan tentang perusahaan milik dirinya itu. Tidak masalah bagi Kayla jika perusahaan itu harus hancur dan bangkrut akibat apa yang telah dilakukan oleh Revan musuh bebuyutannya itu selama ini. Kayla kini hanya memikirkan putra semata wayangnya yang masih terbaring lemah di atas tempat tidur kamar rawat inap VVIP dan masih belum membuka mata hingga saat ini.
“Aku yakin kamu yang telah melakukan semua ini kepada perusahaan aku dah hidup aku. Entah salah apalagi yang telah aku lakukan selama ini sama kamu setelah kita bertemu kembali saat ini. Namun kamu sangat jahat jika kamu benar-benar yang melakukan semua ini kepada aku. Perusahaan itu sumber satu-satunya aku mencari nafkah untuk memberikan nafkah kepada anak aku satu-satunya. Anak aku juga anak kamu. Anak yang telah lahir dari kesalahan satu malam yang telah kita lakukan beberapa tahun yang lalu. Aku berjanji tidak akan pernah memberikan ijin kepada kamu untuk bertemu dengan anak kamu ini. Anak kamu yang kini sedang berjuang di antara hidup dan mati. Aku janji kamu tidak akan pernah tahu tentang anak kit aini. Kamu tidak akan pernah bertemu satu kali pun dengan anak kandung kamu sendiri sampai kapanpun. Walaupun wajahnya sangat mirip dan kamu pasti akan menaruh curiga jika kamu akan bertemu dengan anak kamu satu kali saja. Tapi aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi kepada kmu. Terima kasih untuk luka yang telah kamu torehkan kembali. Terima kasih karena kamu telah menghancurkan perusahaan aku. Satu-satunya tempat yang menjadi harapan aku untuk membesarkan dan memberikan masa depan yang baik bagi anak kamu di masa depan. Terima kasih untuk segala peristiwa pahit yang telah kamu torehkan di dalam hati dan hidup aku selama ini,” ucap Kayla dengan suara lirih dan buliran kristal bening yang kembali menetes di wajah cantiknya sembari menatap ke arah Keenan sang putra semata wayangnya itu yang kini masih tampak tidur dengan tenang.
***
Revan menautkan kedua alis saat mendengar laporan dari salah satu anak buahnya yang bernama Ferdi yang telah diberikan tugas untuk menjatuhkan harga saham di perusahaan Kayla sehingga perusahaan Kayla kini telah mengalami kebangkrutan itu.
“Apa kamu tidak salah dalam mencari informasi Ferdi? Tidak mungkin jika wanita itu hanya berdiam diri dan tidak melakukan apapun untuk mempertahankan perusahaan miliknya yang telah kita hancurkan saat ini,” ucap Revan dengan rasa tidak percaya yang kini menyelimuti di dalam dirinya.
“Saya tidak mungkin memberikan laporan palsu atau bohong bos. Saya mana berani untuk melakukan hal itu bos. Saya belum pernah memberikan laporan palsu kan salaam bekerja dengan bos?” jawab Ferdi dengan kepala menunduk menunjukan rasa hormat kepada bosnya itu.
Diam..
Revan diam seribu bahasa saat mendengar apa yang diucapkan oleh salah satu anak buahnya itu. Ya. Revan mengakui jika Ferdi tidak mungkin memberikan informasi atau laporan palsu kepada dirinya saat ini. Ferdi merupakan salah satu anak buah yang bekerja paling alam dengan dirinya. Ferdi juga merupakan anak buah Revan yang dapat dipercaya oleh Revan selama ini. Ferdi terkenal dengan kejujurannya dan selalu memberikan informasi tepat dan akurat dengan waktu yang cepat seperti saat ini. Namun Revan masih merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Ferdi jika wanita itu tidak melakukan usaha apa pun untuk menyelematkan perusahan yang telah dihancurkan oleh Revan pagi hari ini.
“Jika wanita itu tidak melakukan usaha apa pun untuk menyelamatkan perusahaan miliknya itu lantas apa yang dilakukan wanita itu di perusahaan milik dirinya saat ini Ferdi?” tanya Revan setelah berhasil menguasai dirinya saat ini.
“Sebelumnya saya mohon maaf bos. Saya tidak mengetahui apa yang kini sedang dilakukan oleh wanita yang dimaksud bos saat ini karena wanita itu benar-benar tidak menampakan diri di perusahaan itu hingg saat ini bos. Saya dan teman-teman saya yang lain hanya melihat asisten pribadi wanita itu yang masih berada di perusahaan milik wanita itu hingga saat ini untuk mengurus semua masalah yang sedang terjadi di perusahaan itu saat ini bos. Namun wanita yang bos maksud itu sama sekali tidak ada di sana hingga saat ini seperti pantauan saya dan teman-teman yang lain bos. Wanita itu seperti menghilangkan jejak tanpa ada yang mengetahui kemana perginya saat ini bos,” jawab Ferdi sembari memberikan penjelasan kepada bosnya dengan detail saat ini.
Revan mengernyitkan dahi yang menandakan jika laki-laki itu kini tampak sedang berpikir keras setelah mendengar semua apa yang diucapkan oleh salah satu anak buahnya saat ini. Banyak tanya di dalam benak Revan tentang kemana perginya wanita yang bernama Kayla. Musuh bebuyutan Revan selama ini. Sungguh.. Revan tidak dapat menebak kemana perginya Kayla saat ini. Revan juga tidak pernah menyangka jika Kayla akan membiarkan perusahaan milik dirinya itu hancur dengan begitu saja saat ini.
‘Kamu ada di mana Kayla? Kenapa kamu tidak melakukan apapun saat perusahaan kamu itu sedang hancur saat ini? Kamu tidak seperti biasanya Kayla? Apa kamu sudah mengakui kehebatan aku? Apa kamu sudah mengaku kalah dengan aku? Ah.. Kenapa aku juga harus memikirkan wanita itu sih?’ batin Revan.
Ferdi menautkan kedua alis saat melihat bosnya itu kini sedang melamun dan tidak fokus sama sekali.
“Apa ada yang bisa saya lakukan lagi saat ini bos?” tanya Ferdi dengan nada sopan kepada Revan.
Revan yang kini sedang berada di dalam lamunannya tercengang saat mendengar suara yang berat yang tidak asing bagi dirinya masuk ke dalam indera pendengarannya. Sontak Revan mengalihkan perhatian ke arah sumber suara di mana tampak salah satu anak buahnya itu masih berdiri dengan tegap di tempatnya seperti tadi.
“Kamu cari tahu di mana keberadaan wanita itu saat ini,” titah Revan tegas tanpa penolakan kepada anak buahnya itu.
“Baik bos,” balas Ferdi.
Tak lama kemudian, Ferdi pergi keluar meninggalkan ruang pribadi bosnya itu di perusahaan milik bosnya untuk menjalankan apa yang telah diperintahkan oleh bosnya kepada dirinya saat ini.
“Kamu tidak akan pernah bisa lari dari aku, Kayla..”