Ava menghela napas berkali-kali. Cassy memberikan apel yang telah ia kupas bersih. Sedangkan Bara hanya diam, duduk di sofa sambil menatap ke arah pintu. “Makan dulu, Va.” Ava mengambil sepotong apel lalu memakannya dalam diam. Cassy yang merasa suasana di antara mereka agak aneh langsung membuka suara. “Ini kenapa bisa, kamu ketemu dia, Va?” tanya Cassy. Ia juga agak terkejut ketika Bara menelepon jika Ava ada di rumah sakit. Bara bilang, Ava menghilang ketika pria itu meninggalkannya sebentar. Untung saja ia bisa melacak ponsel Ava. Jika tidak, Bara tidak akan tahu Ava ada di mana. Ava menatap Cassy, namun tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Cassy memahaminya. Mungkin Ava masih syok. “Cas, aku mau tanya sesuatu,” kata Ava yang dibalas anggukan Cassy. “Kalau kamu diposisiku, kalau

