Skrip-39

1534 Words

Ava mengerjapkan matanya, kemudian mulai membuka mata perlahan. Yang pertama kali ia lihat adalah sebuah ruangan putih, lengkap dengan bau menyengat dari obat. Saat menyadari ia berada di mana, Ava reflkes memgangi perutnya. Ia takut terjadi sesuatu dengan bayinya. “Bayinya gapapa.” Suara bariton itu membuatnya refleks menoleh. Arka baru saja datang, menatapnya dengan mata memerah. Dari yang bisa Ava tebak, pria itu pasti habis menangis. Arka berjalan menghampiri istrinya, kemudian berlutut di dekat ranjang Ava. Ava agak terkejut melihat apa yang dilakukan pria itu. Arka menundukkan wajahnya. “Maafin saya, Ava.” Setetes air mata mengalir di pipi pucat pria itu. Ava bisa melihatnya dengan jelas, wajah Arka yang terlihat begitu … menyedihkan. “Saya salah … saya minta maaf. Saya yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD