Arka turun dari mobil disusul Ava di belakang dengan wajah super bete. Ia tidak mengerti apa yang ada di otak pria menyebalkan itu. ia berjalan sambil menundukkan kepalanya. Namun betapa terkejutnya ia ketika Arka tiba-tiba berhenti, hingga kepalanya menabrak punggung pria itu. “Aduh,” ringisnya sambil mengusap kepala. Arka menghela napas. Pintu rumah terbuka, menampilakan Malvin dengan wajah marahnya. “AVA! Lo tuh kaya bocah aja, nginap di rumah orang gak bilang-bilang!” omel Malvin sambil menjewer telinga gadis itu. Ava berdecak sebal. “Ya emangnya aku anak kecil yang mau ke sana dikit harus izin?!” “Eh, malah nyahut.” “Udah, Vin. Lo pulang aja, deh. Udah malam. Besok lo ke kantor, kan? Ava biar gue yang urus.” Malvin menghela napas. Ia menyentil dahi apa sekali lagi. “Dasar nyusahi

