Feeling seorang ibu

1273 Words

Almira bangkit perlahan, dengan perasaan marah yang dia coba redam sekuatnya. Rasanya sungguh sangat sakit, bagai dicabik-cabik. Sementara cairan bening tak mau berhenti menetes dari kedua sudut matanya. Dadanya terasa begitu sebah tercekat menahan isak. "Kamu benar-benar laki-laki b******k, Mas!" Umpatan itu lagi-lagi meluncur dari mulut Almira, dia terduduk sambil mengusap perut buncitnya yang terasa mengencang. "Bisa-bisanya kalian berdua menikamku sedemikian jahat! Apa salahku, Mas? Apa!" Tangisan Almira tertahan, dan rasanya sangat sakit sekali. Kenyataan yang baru saja dia dengar benar-benar meluluhlantakkan segalanya. Kenapa ada orang setega itu? Kenapa Sandi begitu tega menyakitinya? "Al ..." Sandi beranjak, mencoba menjelaskan sekali lagi kepada sang istri. Kakinya melangkah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD