"Kamu tadi siang ke mana, San? Aku mau ajak kamu makan siang di tempat biasa, tapi kamunya gak ada. Hapemu juga gak aktif." Pertanyaan itu terlontar saat Sandi baru saja memarkir mobilnya di halaman rumah Sandra—rumah yang dia beli khusus untuk perempuan itu. Seperti biasa, keduanya selalu pulang bersama. Sandra tak langsung menjawab, raut yang semula santai berubah pucat. Terbata-bata perempuan itu menjawab, "Hmm ... tadi aku ke ... Oh, aku tadi diajak makan sama Hera, Mas. Dia 'kan ulang tahun, terus aku ditraktir." Ketika bicara, kedua tangannya saling meremas resah di pangkuan. Jawaban Sandra dianggukki Sandi. "Oh, kupikir ke mana." Sandra menghela lega karena Sandi percaya padanya. "Mas gak masuk dulu? Aku masakin makan malem, ya?" tawarnya dengan nada bicara dibuat semanis mu

