Cinta Dalam Sesal

1514 Words

Pagi ini terlihat cerah. Langit nampak biru bersih dengan sedikit awan putih yang menggantung. Udara sejuk menyeruak masuk melewati ventilasi udara kamar Leon serta cahaya hangat matahari menembus dinding kaca transparan. Setelah semalam berdebat dengan omanya tanpa mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang Leon inginkan. Ia nampak tak begitu semangat hari ini. Terlebih setelah menerima jatah uangnya untuk pertama kali, ia keluar rumah dengan raut wajahnya yang kesal. Jika biasanya ia sarapan bersama sebelum berangkat ke kantor, kali ini Leon memilih untuk segera berangkat tanpa sarapan. Rasa laparnya sudah lenyap seiring sang oma memberi sejumlah uang yang sangat jauh dari perkiraannya. "Uang lima ratus ribu mana cukup!" sesalnya mendengus kesal di balik kemudi. Semua yang ia rinc

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD