Tanpa harus mendapat ijin, Leon kemudian melangkah masuk mendekati Denisa dan juga Lola, yang masih mendudukkan diri di depan cermin. Denisa masih tak acuh dengan kedatangan Leon yang tanpa memberinya kabar terlebih dahulu, jika Leon menghampiri dirinya di tempat kerja. Sementara Lola, jantungnya mulai berdebar mendapat firasat yang tak mengenakkan. Dengan cepat ia meraih ponselnya di dalam totebagnya lalu mulai membuka aplikasi ganggang telepon berwarna hijau. Tunggu! Jangan berpikir ada yang menghubungi Lola. Bukan, itu salah besar. Saat ini Lola berada diantara dua hati yang saling memanas, pikir Lola. Oleh sebab itu, ia berpura membalas chat masuk yang memang tidak ada yang menghubunginya sama sekali. "Ngapain kesini?!" ketus Denisa dengan netranya yang masih menatap pantulan dirin

