Bagaikan belati yang menghujam jantung Leon tanpa ampun, sangat sakit. Aliran darahnya seakan membeku seketika. Bersusah payah ia berjuang mempertahankan hubungannya namun Denisa menyerah, mengaku kalah. Dimana perjuangannya menjadi sia-sia belaka. Namun dengan cepat ia menepiskan semua rasa yang membuat dadanya terasa begitu sesak. Kemudian berusaha mengejar Denisa yang sudah keluar dari Resto itu. "Denisa! Tunggu!!" teriaknya memanggil akan tetapi Denisa terus melangkah menjauh. "Tuan!" panggil seorang pelayan menghentikan atensi Leon kepadanya. "Makanannya belum dibayar," ucap pelayan itu mengingatkan. Leon terlihat resah kemudian netranya mencari keberadaan Denisa yang memang sudah tak terlihat lagi. Lalu ia mendengus pasrah memutuskan untuk kembali masuk kedalam resto. Ia mendu

