Selama terbaring di rumah sakit, Castellia merasa bosan. Ia ingin sekali berjalan-jalan di luar, atau di taman rumah sakit untuk menghirup udara segar. Rasa sakit di lehernya juga sudah mulai berkurang. Tapi, Nick saat ini masih berada di kantor, sedangkan Ibunya belum datang untuk menjaganya. Karena rasa bosan yang semakin menguat, Castellia memutuskan untuk turun dari tempat tidurnya secara perlahan, dengan tangan kiri bertumpu pada pegangan tempat gantungan botol infus. Setelahnya, ia berjalan ke arah pintu sambil mendorong gantungan infus tersebut. Ia melihat sesaat area sekitarnya, terlihat cukup ramai dengan kerumunan orang yang menunggu di depan masing-masing ruang rawat. Castellia pun berjalan perlahan-lahan sambil sesekali tersenyum pada orang yang dilewatinya. Tak sedikit pula p

