Kupastikan, aku akan selalu ada Saat suka dan saat kau menangis Karena aku tak sanggup, hidup tanpamu *** Kau?" ucap Silla terkejut setelah membuka pintu dan melihat siapa yang datang. "Sedang apa di sini?" Kening Sean berkerut mendengar pertanyaan Silla. "Begitu caramu menyambut seorang tamu, ya?" sindir Sean. "Sopan sekali." Sean melipat kedua tangannya di d**a sembari menampakkan wajah jengkel. Melihat tingkah pria di hadapannya itu, Silla hanya mendengkus lantas memutar bola matanya malas. "Silakan masuk," ucap Silla sinis. Pada akhirnya, wanita itu mengizinkan Sean masuk karena tidak mau dianggap tidak sopan. Harganya dirinya terlalu tinggi untuk mengaku kalah begitu saja kepada pria yang baru beberapa hari dikenalnya itu. "Tidak ikhlas, nih?" Amarah Silla sudah sampai di ub

