Andara mendesis mendengar gerutuan kekasihnya, Aska yang sejak tadi menggambar dan dia mengacau dengan menumpahkan kaleng cat ke atas lantai. Mata biru Andara menelusuri tingkah laku Aska yang sibuk membersihkan lantai dengan lap dan cairan pembersih. "Aku bosan," "Aku jauh lebih bosan," sela Aska. Andara cemberut. Memasang wajah yang tertekuk marah. "Hibur aku! Kenapa kau menahanku seolah-olah kau tahu sesuatu tentang grupku sendiri?" Aska melirik dari sudut matanya dan tidak peduli. Dia melempar lap bersih itu ke dapur dan mengabaikan Andara. "Sayang," "Diam." Mata Andara berkilat. "Kita putus!" "Apa-apaan?" Iris pekat itu akhirnya seratus persen menatapnya. Andara menarik sudut Bibirnya dan duduk manis ketika Aska menghela napas, menaruh kuas dan kaleng cat ke atas meja. Dia me
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


